18 Mei 2021 20:18:42
Ditulis oleh SEKRETARIS DESA

Kasus Dugaan Perselingkuhan di Ngimbang berakhir Pengrusakan Kantor Desa

Www.ngimbang-palang.desa.id - Kasus dugaan perselingkuhan menggemparkan Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban pada hari Minggu (16/5) malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, tak terduga selingkuh SR dan EN dimintai keterangan berdasarkan akar permasalahannya secara damai oleh kepala desa dan perangkat desa setempat.

 

Satu jam setengah berlalu, penyelesaian indikasi perselingkuhan tersebut telah selesai. Sekitar pukul 21.30 WIB, tak terduga selingkuh membuat surat pernyataan yang ditandatangani Kades Ngimbang, Yayik Ahmad Wijaya dan kedua belah pihak.

 

Surat pernyataan yang dibuat oleh kedua belah pihak tersebut, situasi masyarakat tidak menimbulkan efek sehingga sekitar sejak pukul 22.00 hingga 22.30 WIB masyarakat tidak terima dan mulai ricuh.

 

Kades Yayik mengatakan, Kemarahan warganya di kantor desa merupakan pelampiasan kasus dugaan perselingkuhan karena selama ini EN sering datang ke rumah SR padahal tidak ada hubungan suami istri.

 

"Kalau kita tanya pengakuannya sebatas hubungan kerja. Padahal di masa pandemi bisa lewat Handphone jadi tidak harus sering ke penjara. Selama ini tidak ada penggerebekan oleh warga," ujar Yayik, Senin (17/5/2021).

 

Kasus ini sampai ke kantor desa, lanjut Kades karena ada pihak keluarga SR yang melapor ke desa karena pada tanggal 16 Mei 2021 pagi EN ada di rumah SR dan SR waktu itu sedang tidak ada dirumahnya.

 

Laporan tidak hanya dari pihak SR tapi juga pihak saudara EN, bahwa EN melapor mau dianiaya oleh pihak keluarga SR. Setelah diklarifikasi bahwa pihak SR hanya ingin meminta kunci rumah yang dibawa EN karena tidak ada hubungan apa-apa.

 

Sementara geramnya masyarakat, diduga Kades karena tidak ada bukti penangkap untuk penangkap, melainkan hanya surat pernyataan. Kemungkinan warga mengasumsikan dua terduga peselingkungan telah ditangkap.

 

"Warga ngamuk dan merusak kantor desa sasarannya tembok, genteng, atap plafon, jendela, monitor kumputer dan printer. Fasilitas tersebut dilempari batu dan perangkat desa ketakutan dengan meninggalkan kantor desa," jelasnya.

 

Menyikapi aksi ricuh di Kantor Desa Ngimbang, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan polisi menerima laporan awal dari masyarakat adanya laki-laki dan perempuan bukan suami istri yang meresahkan. Keduanya diduga melakukan perselingkuhan.

 

"Masyarakat setelah menetapkan paham dan kembali pulang ke rumah masing-masing," sambungnya.

 

Lanjut Kapolres Ruruh, kericuhan di Kantor Desa Ngimbang dapat diredam oleh anggota Koramil dan Polsek Palang sekitar pukul 01.45 WIB. Sembari warga pulang, SR, EN juga dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Untuk kerusakan kantor desa, polisi juga meminta keterangan dari Kades dan Perangkat Desa Ngimbang. [ali / sas]



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus