BUDAYA MANGANAN DI GUNUNG NGIMBANG PALANG KAB. TUBAN

ngimbang-palang.desa.idIndonesia memiliki banyak beraneka ragam kebudayaan yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing, sedangkan Kebudayaan Nasional Indonesia sejak sumpah Pemuda, atau sejak Indonesia merdeka, sehingga kebudayaan yang ada sangat perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda saat ini, agar kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia selalu terlihat dan dipandang oleh negara lain bahwa betapa banyaknya kesenian budaya yang telah dilestarikan dan dibudayakan oleh bangsa kita.

LALU APASIH BUDAYA MANGANAN ATAU SEDEKAH BUMI ITU?

Sedekah bumi adalah serangkaian acara yang dilakukan untuk bersyukur.

Sedekah bumi biasanya dilakukan pada saat musim penghujan datang, selain itu padaa saat panen raya yang telah selesai dilakukan dan mereka mensyukiuri hasil panennya dengan cara sedekah bumi. Sedekah bumi yaitu acara yang berupa makan makan dan acara ini dilaksanakan pada tempat tempat yang dianggap suci, selain itu biasanya juga dilakukan di kantor kepala desa. 

 

Desa Ngimbang adalah salah satu desa yang sempat mempunyai budaya manganan di atas Gunung Ngimbang Palang Kab. Tuban Jawa Timur. Namun sempat disayangkan tradisi/budaya tersebut kini telah lenyap dimakan waktu.

“Dulu manganan terebut dilaksanakan setiap jum’at pahing pada pagi hari sekitar jam 07.00 sampai 10.00 pagi” ujar Mbah Jiman.

 

 

 

Mbah Jiman adalah salah satu masyarakat desa Ngimbang yang dulu sering ikut serta dalam manganan Gunung Ngimbang, yang saat ini berusia hampir 60 tahun.

Tradisi ini sudah dimulai sejak dulu. Manganan dilaksanakan di atas gunung Ngimbang,tidak ada makam ataupun peninggalan sejarah disana, namun masyarakat desa Ngimbang mempercayai bahwa Gunung tersebut rumah nenek moyang mereka.

Ada banyak keunikan disana yang mungkin belum pernah kalian temukan sebelumnya, apakah kalian penasaran? Tenang, saya mempunyai sedikit cupilikan perjalanan ke Gunung Ngimbang, silahkan di cek di link berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=QORmQUDg9WY&t=6s .

Sekian dulu atas artikel yang saya buat diatas, ada kurang maupun lebihnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

 

 

“MARI KITA JAGA TRADISI MAUPUN KEBUAYAAN BANGSA TANAH AIR INDONESIA”

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)